Pidato Eni lestari di KTT PBB Adalah Suara Kaum Migran

Persiapan aksi 1mei JBMI

Persiapan aksi 1mei JBMI

Press Release: Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) – Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI) – The Institute for National and Democratic Studies (INDIES)

Pidato Eni lestari di KTT PBB Adalah Suara Kaum Migran
Pemerintah Harus Segera Memperbaiki Permasalahan Migran
Hong Kong – Jakarta (20/09). Buruh migran dan anggota keluarganya, baik yang tinggal di luar negeri maupun di Indonesia turut menyaksikan dan mendengarkan pidato Eni Lestari, Ketua Aliansi Migran Internasional pada sesi pembukaan KTT PBB ke-71 tentang pengungsi dan migran secara langsung dari New York, Senin, 19/09/2016.

Eni Lestari secara tegas mengungkapkan persoalan mendesak buruh mirgan dan pengungsi yang setelah bertahun-tahun tidak diperhatikan keberadaanya dan kontribusinya terhadap negara. PBB dan dunia memberikan perhatian setelah persoalan migran dan pengungsi semakin meningkat, bahkan telah banyak menjadi korban. Eni Lestari meminta komitmen negara untuk mengutamakan keadilan dan perlindungan terhadap buruh migran, serta tidak menghancurkan keluarga migran atas nama pembangunan.

Pemerintah harus membangun sebuah masa depan yang mengandalkan kekuatan rakyatnya, bukan untuk melanjutkan ekspor dan eksploitasi tenaga kerja migran. Selain itu, Eni juga mengkritisi pemerintah yang telah memanfaatkan kerentanan buruh migran melalui aturan yang mengeksploitasi dan memperkuat ketidakberadaan buruh migran, bahkan buruh migran sering dianggap sebagai ancaman keamanan.
“Pesan singkat Eni Lestari telah mewakili suara dan tuntutan migran dunia seperti yang selama ini kami tuntut. Apa yang disampaikannya itu benar dan kami adalah saksi ketidakadilan, kekerasan dan eksploitasi yang kita lihat dan rasakan setiap hari”, ungkap Sringatin Koordinator JBMI dalam menanggapi pidato Eni dalam Sidang PBB ini.

JBMI, Kabar Bumi, dan INDIES dan pendukung Migran yang tersebar diberbagai daerah dan negara lain turut bangga dan mengapresiasi atas terpilihnya Eni Lestari untuk mewakili suara buruh migran dan pengungsi. Kami tahu ini tidak mudah dan instan untuk terpilih sebagai pembicara dan mewakili suara 244 juta migran lainya di dunia. Perlu perjuangan yang panjang dan secara terus menerus agar suara kami bisa kami sampaikan sendiri dan didengarkan oleh pemerintah secara langsung, jelasnya.

Dengan momentum ini, Pemerintah Indonesia harus semakin membuka diri, mendengarkan tuntutan migran, dan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki permasalahan buruh migran Indonesia dengan memastikan sistem yang adil dan perlindungan yang kuat.
JBMI, KABAR BUMI dan INDIES juga mengajak buruh migran lainnya untuk menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat berjuang dan membangun organisasi. JBMI secara khusus mengajak buruh migran lainnya untuk bergabung dengan organisasi apapun kondisi kerja di negara penempatan dengan memanfaatkan teknologi yang ada untuk membangun persatuan yang kuat dengan sesama buruh migran dalam mewujudkan keadilan, menegakan hak dan mengangkat harkat martabat kita, agar dipandang dan diakui sebagai rakyat, sebagai pekerja, sebagai perempuan, sebagai migran.

JBMI sebagai jaringan buruh migran yang beranggotakan organisasi buruh migran di Hong Kong, Macau, Taiwan dan Indonesia membuka diri bagi organisasi ataupun kumpulan migran dan anggota keluarganya untuk bergabung ke dalam organisasi ini.

Contact Person:
Sringatin (Koordinator JBMI)+852 6992 0878
Karsiwen (Ketua KABAR BUMI) +62 812-8104-5671
Kurniawan Sabar (Direktur INDIES) +6281241481868



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *