“IMWU-JBMI SUKSES LAUNCHING FILM DOKUMENTER ERWIANA DI MACAU”

Press Rilis 20 Maret 2017

“IMWU-JBMI SUKSES LAUNCHING FILM DOKUMENTER ERWIANA DI MACAU”

Indonesian Migrants Wokers Union (IMWU Macau) dan Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI-Hong Kong) berhasil menggelar pemutaran film dokumenter “Erwiana Justice for All” pada hari Minggu, 19 Maret 2017 bertempat di University of Macau.

Bekerjasama dengan PRIDE-University of Macau, Mission for Migrant Workers (MFMW) dan Caritas Macau, pemutaran ini dihadiri lebih dari 100 buruh migran dari Indonesia, dan Filipina, juga warga lokal.

“Pemutaran film perdana di Macau ini untuk memperingati Hari Perempuan Internasional 8 Maret. Kisah dan perjuangan Erwiana mewakili kenyataan kami sebagai perempuan pekerja migran diluar negeri” jelas Yosa Wariyanti selaku koordinator acara dan pengurus IMWU-Macau.

Skype bersama Erwiana

Skype bersama Erwiana

Erwiana adalah korban kekerasan dan perbudakan modern. Dia bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga di Hong Kong pada tahun 2013 selama 7 bulan. Namun Erwiana tidak diberi libur, tidak digaji, disiksa, tidur di lantai dan hanya 3-4 jam pada siang hari, setiap hari hanya diberi beberapa lembar roti dan air putih sebotol, di larang memakai toilet dan masih banyak lagi perlakuan tidak berperikemanusiaan.

Setelah 2 tahun investigasi, majikan dinyatakan bersalah dan dihukum 6 tahun penjara. Erwiana juga dinominasikan sebagai 100 orang paling berpengaruh di dunia oleh Majalah TIMES.

“Macau juga mempekerjakan ribuan perempuan pekerja migran termasuk dari Indonesia dan Filipina. Banyak sekali kekerasan di tempat kerja. Penganiayaan, PHK sepihak, korban overstay, jam kerja panjang, penahanan dokumen dan masih banyak lagi” tambah Yosa.

Diskusi seputar peraturan perburuhan oleh Roihatul wardha koordinator IMWU Macau

Diskusi seputar peraturan perburuhan oleh Roihatul wardha koordinator IMWU Macau

Ketua IMWU-Macau, Roihatul Wardha, menjelaskan tentang peraturan pemerintah Macau terkait proses pengurusan visa dan koreksi data jika terjadi kesalahan.

Caritas Macau di wakili oleh Pricillia juga mengsosialisasikan program pelatihan bagi pekerja asing. Sementara Dr. Brian Hall berbagi program penelitian kesehatan pekerja migran yang sedang ia jalankan.

Gabriel Mikael movie maker

Gabriel Mikael movie maker

Gabriel Mikael, pembuat film Erwiana, turut hadir dan menyampaikan sambutan.

“Saya membuat film ini untuk menunjukkan bahwa perbudakan modern masih ada di Hong Kong menimpa ratusan ribu Pekerja Rumah tangga” jelas Gabriel yang juga seorang imigran di Amerika dan menyaksikan secara langsung ketidakadilan terhadap komunitas imigran.

Selain itu, Erwiana turut hadir melalui skype dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh buruh migran yang mendukung kasusnya. Erwiana berharap pengalamannya akan mendorong semakin banyak buruh migran melawan ketidakadilan.

Eni Lestari ketua IMA ( international migrant alliance ) perwakilan JBMI

Eni Lestari ketua IMA ( international migrant alliance ) perwakilan JBMI

Ketua International Migrants Alliance (IMA), Eni Lestari, juga hadir memfasilitasi pemutaran film dan menjelaskan tentang tantangan buruh migran di tingkat dunia yang semakin berat karena berbagai peraturan pemerintah yang tidak berpihak.

Banyak peserta yang meneteskan air mata ketika menyaksikan film Erwiana. ###

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *